Pamer Kekayaan di Medsos Bisa Jadi Tolok Ukur Kesuksesan? – PT Kontak Perkasa Futures

PT Kontak Perkasa Futures – Belakangan istilah ‘Crazy Rich’ ramai di media sosial. Siapa saja yang bisa memamerkan kekayaannya di medsos langsung dilabeli ‘Crazy Rich’. Kemudian, orang-orang menyimpulkan bahwa mereka yang punya label ‘Crazy Rich’ sudah pasti sukses dalam hidupnya.
Lantas apakah benar kesuksesan seseorang hanya diukur dari seberapa banyak harta yang ia miliki?

Coach Bisnis dan Founder Top Coach Indonesia Tom Martin Charles Ifle membagikan pandangannya tentang tolak ukur seseorang bisa dikatakan sukses. Mengambil contoh kasus label ‘Crazy Rich’ yang belakangan kerap disangkutpautkan dengan kesuksesan, menurut Tom Martin, definisi dari label ‘Crazy Rich’ itu saja sampai saat ini belum jelas. Apakah dihitung dari segi omzet harian, berapa banyak aset yang dimiliki atau apa. Apalagi dikaitkan dengan kesuksesan.

“Jadi definisi crazy rich ini sangat-sangat tidak jelas, karena kalau kita melihat postingan-nya orang terkaya, misal patokannya Elon Musk beliau kekayaannya itu Rp 2.500 triliun sekarang atau US$ 179 miliar, postingan-nya itu tidak ada sama sekali dia dengan barang mewahnya, tidak ada postingan dengan emas permatanya, atau mungkin jet pribadinya, yang ditampilkan adalah karyanya,” ujar Tom Martin dalam acara d’Rooftalk, Rabu (10/2/2021).

Untuk kasus Elon Musk tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengukur kesuksesan seseorang tidak bisa semata dari berapa banyak harta yang dimiliki tapi seberapa besar karya yang dihasilkan bermanfaat bagi banyak orang.

“Definisi kaya sesungguhnya adalah kalau semua uang Anda hilang, sisanya itu adalah kekayaan kita, sisanya itu yang kekayaan kita sesungguhnya, teman, keluarga, saudara, pengetahuan, energi, nama baik, reputasi, itu semua adalah kekayaan kita,” terangnya.

Itulah yang nanti bisa membantu kita bangkit dan bisa mengumpulkan lebih banyak uang lagi.

Ia pun membandingkan perilaku orang-orang yang memang kaya seperti Warren Buffett dengan para Crazy Rich yang dikenal di medsos. Warren Buffet, investor ternama berharta sekitar Rp 1.160 triliun itu bahkan tak punya mobil mewah, dia masih memakai mobil bututnya dan tanpa pernah menyewa jasa supir. Perilaku itu tentu sangat kontras dengan perilaku crazy rich yang dikenal di medsos.

“Jadi kalau kita sebut crazy rich mungkin kita perlu bedakan ada 4 jenis crazy rich. Satu crazy the real rich, mereka adalah orang-orang kaya yang tidak pernah menonjolkan kekayaan tapi menonjolkan karya, yang kedua adalah crazy marketing rich, mereka menonjolkan kekayaan untuk sebetulnya jualan, ketiga, the crazy hard worker rich, orang yang nggak pernah sekolah, dulunya miskin, nggak punya apa-apa tiba-tiba bisa beli Ferrari itu menjadi inspirasi, keempat, crazy social climber rich, memang orang-orang yang actually insecure mereka harus menutupi kelemahan diri mereka dengan barang mewah dan memang haus perhatian,” paparnya. – PT Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com