Mengapa Produk Organik Mahal – PT Kontak Perkasa Futures

PT Kontak Perkasa Futures -Produk kecantikan organik kini sedang digemari. Meski harganya cukup mahal. Seperti produk makanan organik di toko makanan, produk kecantikan mulai dari pembersih sampai makeup selalu memiliki label harga yang lebih mahal dari produk non organik.

Harga yang mahal ini kadang membuat kita mengurungkan niat untuk membelinya. Tapi, simak dulu alasannya. Ada beberapa hal yang menyebabkan produk kecantikan organik cenderung lebih mahal, berikut ulasannya seperti dikutip dari laman StyleCaster.

1. Masa penyimpanan

Menurut Julia Teren pemilik Thesis Beauty, produk organik umumnya memiliki masa penyimpanan yang lebih pendek karena bahan alami yang digunakan sekitar 12 sampai 20 bulan. Dibandingkan dengan produk toko obat yang menggunakan bahan kimia mereka memiliki masa penyimpanan lebih lama sampai 3 tahun lebih.

“Merek konvensional memiliki masa penyimpanan yang tidak wajar, karena banyak toko obat dan peritel besar membeli dalam jumlah besar untuk memotong biaya dan tidak mendapat masalah pembusukan,” ujar Teren. Sedangkan produk organic memiliki masa penyimpanan yang lebih pendek karena bahan alami yang digunakan memiliki waktu yang terbatas, dapat rusak dalam waktu singkat – PT Kontak Perkasa Futures

2. Formula

“Jika kita perhatikan banyak produk toko obat bahan alaminya adalah air,” ujar Teren. Bahkan ada yang 80 persen kandungannya adalah air. Beberapa memiliki persentase yang kecil atau besar, tapi ini adalah harga yang dibeli pelanggan. Pada produk biasa atau organik, air dapat berupa perasan lidah buaya atau infus herbal.

Beberapa merek biasanya menggunakan pengemulsi, pengawet, wewangian, tekstur kimia, sedangkan minyak alami yang menjadi sumber nutrisi kulit sangat sedikit. Sementara produk organik bahan yang baik untuk kulit dengan konsentrasi yang tinggi.

“Keuntungan dengan tingginya konsentrasi bahan aktif di dalamnya, kita dapat menggunakannya sedikit untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dibanding dengan produk biasa yang lebih murah.

3. Bahan

Menurut dermatology Sarah Villafranco, bahan organik dua kali lebih mahal daripada yang non-organik. “Misalnya, satu ons minyak esensial mawar organik senilai US $ 500 sedangkan minyak esensial mawar non-organik hanya US $ 280,” ujarnya.

Ahli kecantikan David Pirotta mengatakan perkebunan bahan organik membutuhkan waktu yang lebih lama karena tidak menggunakan bahan kimia dan hormon pertumbuhan yang digunakan petani konvensional.

Biaya lain untuk produsen adalah sertifikasi organik, kenaikan biaya tenaga kerja, dan biaya penanaman pendamping untuk pengendalian hama. “Petani organik mengeluarkan biaya lebih banyak daripada petani konvensional, dan biaya itu berarti bagi konsumen,” tambah Villafranco.

Meski tidak semua merek organik tidak berair, bebas pengawet dan benar-benar sintetis, kamu harus memperhatikan residu pesitisida yang ditemukan pada produk kecantikan tradisional. “Hindari paparan bahan kimia yang ditambahkan ke formula perawatan kulit yang mungkin memiliki dampak jangka panjang, seperti paraben dikaitkan dengan kanker payudara – dan Anda menghindari bahan iritasi kulit seperti SLS dan phenoxyethanol,” ujarnya – PT Kontak Perkasa Futures

4. Produksi

Banyak label bahan organik dibuat dalam jumlah sedikit sehingga menghemat biaya untuk konsumen. “Perusahaan yang memiliki kemampuan memproduksi dalam skala besar dapat menekan biaya dengan membeli bahan dalam jumlah besar,” ujar Pirrotta. Proses produksi ini juga dapat menghemat karena tidak harus membayar pekerja per jam.

Tambahan biaya lainnya adalah pada pemilihan kemasan. “Kami sebagian besar menggunakan kemasan dari kaca, yang lebih mahal dari plastik, tapi dapat didaur ulang dan digunakan kembali,” ujar Teren. Dengan kemasan kaca yang berwarna gelap dapat membuat produk llebih tahan lama. Banyak produk yang menggunakan kaca bening agar terlihat menarik dan harganya lebih murah. Tapi saat digunakan produknya dapat rusak oleh cahaya.

Menggunakan produk organik dapat menjadi investasi kesehatan Anda juga bumi. “Ini bukan membeli produk yang mahal tapi pilihan apakah produk itu tepat untuk kita, tanaman dan hewan yang berbagi ekosistem dengan kita,” ujar Villafranco – PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:cantik.tempo