Syarat Naik Pesawat Saat Pandemi COVID-19 – PT Kontak Perkasa Futures

PT Kontak Perkasa Futures – Bagi yang ingin bepergian dengan pesawat udara, syarat naik pesawat selama pandemi COVID-19 bisa dilihat di situs tiap maskapai. Informasi ini bisa menjawab pertanyaan apakah perlu rapid test atau PCR test untuk naik pesawat.
Seperti diketahui transportasi umum sudah membuka layanannya pada seluruh masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Termasuk pesawat udara yang menerapkan sejumlah aturan untuk mencegah kenaikan kasus dan infeksi virus corona.

Dilihat dari situs Lion Air, Citilink, dan Garuda, rapid test atau PCR test bagi para penumpang menjadi salah satu syarat naik pesawat. Hasil tes menjamin kondisi kesehatan sebelum, setelah, dan selama di pesawat.

Berikut syarat naik pesawat Lion Air, Citilink, dan Garuda Indonesia
A. Syarat naik pesawat Lion Air

Jika menggunakan rapid test COVID-19 dengan hasil non-reaktif, masa berlakunya adalah 14 hari
Jika menggunakan Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) COVID-19 dengan hasil negatif, masa berlaku adalah 14 hari
Apabila kedua metode tes tidak tersedia di daerah asal, calon penumpang harus mendapatkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) dari dokter rumah sakit atau puskesmas.
Lion Air Group mewajibkan calon penumpang mematuhi ketentuan penerbangan maskapai yaitu:

Tiba empat jam sebelum keberangkatan dengan lokasi terminal yang sama di tiap bandar udara. Penerbangan Lion Air Group domestik tetap di Terminal 2E dan internasional di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
Menunjukkan KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah
Mengenakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat hingga mendarat, dan saat kedatangan serta keluar dari bandar udara
Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer
Mengikuti aturan physical distancing selama di terminal bandar udara
Menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat,
Mengikuti petunjuk awak pesawat,
Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) yang dapat diakses melalui aplikasi seluler e-HAC Indonesia atau https://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.

B. Syarat naik pesawat Citilink

Wajib mengisi Surat Pernyataan Perjalanan Dalam Masa Penanggulangan Penyebaran COVID-19 di Indonesia yang disediakan oleh Citilink melalui website/mobile app
Mohon perhatikan persyaratan dari masing-masing kota keberangkatan/tujuan
Wajib menunjukkan KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah
Wajib mengisi kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card/HAC) secara online dengan mengunduh aplikasi e-HAC, hardcopy disediakan di check-in counter, dan boarding gate sebagai cadangan
Disarankan mengunduh aplikasi Peduli Lindungi resmi dari pemerintah Indonesia
Jika tidak dapat menunjukkan dokumen tersebut saat check-in dan menunjukkan copy beserta aslinya, maka calon penumpang tidak diperkenankan check-in/boarding
Penumpang yang melakukan web check-in wajib tetap melapor di boarding gate dan menunjukkan kelengkapan dokumen penyerta
Jika tidak memenuhi persyaratan, konsekuensinya adalah tindak lanjut sesuai otoritas bandara
Maskapai tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak membatalkan perjalanan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan
Menggunakan masker selama perjalanan dan menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain
Penumpang dengan penerbangan dari Pontianak (PNK) wajib untuk melengkapi seluruh dokumen dengan empat rangkap.
Calon penumpang Citilink wajib membawa salah satu dokumen kesehatan yang diperlukan selama perjalanan. Pilihan dokumen kesehatan yang wajib dibawa adalah:

Surat Kesehatan dengan hasil tes Rapid non-reaktif (berlaku maksimal 14 hari dari waktu diterbitkan) atau PCR/Swab negatif (berlaku maksimal 14 hari dari waktu diterbitkan) yang dikeluarkan fasilitas kesehatan, rumah sakit, atau KKP
Surat Kesehatan dengan hasil negatif untuk PCR/Swab test (berlaku maksimal 14 hari dari waktu diterbitkan) yang dikeluarkan fasilitas kesehatan, rumah sakit, atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)
Apabila tes Rapid atau PCR/Swab tidak tersedia pada daerah asal, calon penumpang harus menunjukkan surat bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) yang dikeluarkan dokter rumah sakit/puskesmas.

C. Syarat naik pesawat Garuda Indonesia

Membawa surat kesehatan terkait hasil pemeriksaan COVID-19 yang terdiri atas:

Surat kesehatan dengan rapid test non-reaktif berlaku maksimal 14 hari sejak terbit
Surat kesehatan dengan PCR test/Swab negatif berlaku maksimal 14 hari sejak terbit
Khusus untuk penerbangan Internasional masuk ke Indonesia (melalui Jakarta/Surabaya/Denpasar) hasil tes PCR/Swab berlaku 7 hari sejak terbit
Syarat bagi calon penumpang Garuda Indonesia lainnya adalah:

Gunakan masker selama dalam penerbangan dan area bandara
Mempersiapkan alat penunjang kebersihan diri sesuai kebutuhan masing-masing sebelum penerbangan
Mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik (E-HAC) dari Kementerian Kesehatan sebelum melalui titik pemeriksaan KKP
Verifikasi dan validasi Surat Kesehatan yang dilakukan petugas bandara
Mengunduh aplikasi PeduliLindungi. – PT Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com