PT Kontak Perkasa – Harga Emas Turun Imbas Sepi Sentimen

PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYAKARTA – Harga emas turun hampir satu persen di awal minggu  sejalan bursa eropa menguat. Hal itu dikarenakan investor tetap tenang walaupun sempat ada aksi kudeta di Turki.

Di pasar pada spot awal perdagangan, harga emas berada di level terendah US$ 1.323,70 per ounce. Harga emas pun turun 0,7 persen menjadi US$ 1.327,15.

Namun di perdagangan AS (Amerika Serikat), harga emas untuk pengiriman bulan agustus naik tipis 0,1 persen ke level US$ 1.328,70 per ounce. Penguatan harga emas di karenakan belum ada sentimen utama yang dapat mendorong pergerakan harga emas.

Selain itu, bursa saham AS (Amerika Serikat) ikut menguat mempengaruhi harga emas. Sedangkan harga perak untuk pengiriman September turun US$ 0,085 menjadi US$ 20,08 per ounce.

Aksi kudeta militer membuat Turki melakukan tindakan keras terhadap pendukung kudeta milier. Pemerintah pun menyatakan kalau negara dan ekonomi dalam keadaan terkontrol.

Harga emas sempat berbalik arah ke level tertinggi usai berita kudeta Turki pada Jumat. Hal itu lantaran investasi emas sebagai investasi lebih aman.

“Emas selalu menjadi pelabuhan aman selama ketidakstabilan politik dan pasar dalam kekacauan. Namun setelah harga logam itu menembus level support US$ 1.330 per ounce membuat harga emas lebih rendah karena situasi di Turki “stabil” dan tidak ada berita baru lagi,” Tandas Carlo Alberto De Case.

Harga emas sempat naik US$ 100 dalam dua minggu terakhir seiring keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa. Kenaikan harga emas di karenakan kekhawatiran investor sehingga memilih emas sebagai investasi lebih aman sebelum kembali jatuh.

Pada spot pasar uang, dolar Amerika Serikat naik 0,1 persen terhadap enam mata uang utama. Pelaku pasar mengharapkan bank sentral dapat memberikan stimulus sehingga berdampak ke bursa saham.

“Pelaku pasar telah membentuk harapan kalau bank sentral di seluruh dunia harus menyertakan paket stimulus lebih dalam ke kebijakan moneter mereka yang mengarah ke risiko penguatan aset,” Pungkas Kepala Riset Wing Fung Financial Group – PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : bisnis.liputan6.com