Melihat Naskah Proklamasi yang Asli – PT Kontak Perkasa

PT Kontak Perkasa – Inilah kisah secarik kertas yang mengubah nasib Indonesia. Tulisannya adalah tekad membuncah untuk merdeka. Teks Proklamasi dijaga melintasi zaman.

P R O K L A M A S I

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Jakarta, 17 – 8 – 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

Anda ingat dengan tulisan di atas? Ya, dulu kita sering didengungkan pembacaan Naskah Proklamasi saat upacara di sekolah, atau mungkin Anda yang membaca ini masih sekolah.

Wartawan diizinkan meliput secara eksklusif naskah asli Proklamasi. Bukan di Istana Negara, museum atau tempat lainnya, tapi di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang berlokasi di Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Naskah Proklamasi sebagai harta karun bangsa Indonesia tak sembarang orang bisa melihatnya. Ya, kami beruntung karena segelintir orang saja yang diperbolehkan mengakses naskah asli tersebut.

“Hanya orang-orang tertentu seizin Kepala ANRI. Ya yang boleh pejabat negara (presiden, menteri, kepala lembaga negara, gubernur, bupati atau wali kota) saja,” kata Direktur Preservasi ANRI Kandar.

Rasa bangga dan haru menyelimuti kami yang diizinkan masuk ke ruangan yang menyimpan naskah asli Proklamasi. Ruangan ini ada di sebuah gedung dari beberapa gedung depo atau penyimpanan arsip.

Hawa dingin langsung menyergap saat memasuki ruangan khusus itu. Naskah Proklamasi tersimpan rapi di dalam brankas yang diletakan di dalam lemari besi.

Sampul kertas putih dikeluarkan dari kardus. Setelah sampul dibuka masih ada map berlapis kain batik. Dan, inilah naskah asli Proklamasi yang sudah melalui proses pemeliharaan seperti laminasi.

Naskah Proklamasi yang asli ini masih terjaga dengan baik dan dapat dibaca dengan jelas tulisan dari Bung Karno itu. Ini salah satu dokumen harta karun bangsa Indonesia yang sebenarnya dan kadang terlupakan oleh kita setelah 74 tahun Indonesia merdeka.

Naskah asli Proklamasi ditulis tangan oleh Soekarno menggunakan pensil. Ada beberapa coretan di dalamnya dan setelah diketik naskah ini pernah dibuang ke tempat sampah.

“Dulu teks Proklamasi pernah diremas dan dibuang ke tempat sampah. Ini memang dulu di antara para penyusun ada wartawan namanya BM Diah, nah setelah ini disepakati untuk menulis ini kesepakatannya luar biasa antara Soekarni, Soebardjo dan tokoh-tokoh pemuda yang cukup radikal dengan Bung Karno dan Hatta,” jelas Kandar.

“Setelah sepakat luar biasa, Sayuti Melik mengetik teks Proklamasi, setelah diketik ceritanya ini dibuang ke tempat sampah. Karena BM Diah ini kan wartawan dan diselamatkan lalu disimpan di rumahnya di Jakarta. Lalu diserahkan ke Presiden Soeharto tahun 29 Mei 1992,” imbuh dia.

Kamu yang ingin melihat salinan naskah asli Proklamasi bisa datang berwisata ke ANRI. Mari perkuat rasa nasionalisme kita dari sini.

Memang, tak sembarang orang boleh mengakses Naskah Proklamasi asli ini. Tapi masyarakat bisa melihat salinannya di Ruang Diorama ANRI yang dibuka untuk masyarakat dan wisatawan.

“Kalau setiap orang diizinkan melihat nanti ada kemungkinan mereka menyentuh dan bisa rusak naskahnya. Jadi kalau mau melihat salinannya ada di diorama ANRI,” imbuh dia.

Naskah Proklamasi adalah aset berharga negara yang amat bernilai. Pengamanannya pun sangat tinggi. Menyambut HUT RI ke-74, wartawan akan mengulas secara khusus Naskah Proklamasi dan tempat-tempat penting yang terkait dengannya dari tempatnya dibuat, dibacakan dan disimpan melewati zaman. – PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com