Menjaga Warisan Dunia –  PT Kontak Perkasa

PT Kontak Perkasa Yogyakarta – Candi Borobudur merupakan candi Budha terbesar di dunia yang memiliki koleksi relief Budha terlengkap dan terbanyak. Terletak di Magelang Jawa Tengah, situs ini dibangun sekitar tahun 800 masehi pada masa pemerintahan wangsa Sailendra.

Luas dasar bangunan ini 123 x 123 meter dengan ketinggian saat ini sekitar 35 meter. Pada dinding candi dihiasi 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.

Stupa utama terbesar teletak di tengah yang seolah menjadi pusat atau mahkota. Di sekitarnya dikelilingi tiga barisan melingkar sebanyak 72 stupa berlubang. Di dalamnya terdapat patung Budha tengah duduk bersila dengan posisi teratai sempurna.

Dikenal dengan mitos Kunto Bimo, sebab itu banyak wisatawan yang ingin memegang patung Budha di dalam stupa. Dengan menyentuh arca Budha, diharapkan apa yang diinginkan terkabul dan berkah. Namun lebih baik hal itu dihindari demi menjaga kondisi candi dari tangan-tangan jahil. Sebab keberadaan candi ini haruslah dijaga dan dilestarikan bersama oleh semua pihak.

Tahun ini, 25 tahun sejak Borobudur ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO bersama dengan Candi Prambanan. Banyak upaya dilakukan pemerintah untuk tetap menjaga situs tersebut.

Antara lain dengan menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN)untuk terlibat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur dan sejumlah BUMN membangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan pembangunan Bakondes tersebut diharapkan bisa menggairahkan ekonomi masyarakat. Balkondes direncanakan akan dibangun di 20 desa. Saat ini dimulai di enam desa Kecamatan Borobudur, yakni Karanganyar, Candirejo, Wanurejo, Karangrejo, Wringinputih, dan Kebonsari.

Sejumlah BUMN yang berpartisipasi pada tahap pertama yakni Jamkrindo, PT Semen Indonesia, BNI, PGN, Pertamina, dan Hutama Karya. Pembangunan ini bukan semata-mata pembangunan fisik, melainkan juga ada pelatihan dan pembinaan.

Beberapa desa wisata tersebut diharapkan bisa menjadi tujuan lain selain berkunjung ke candi. Desa wisata juga akan dikembangkan dengan homestay, kerajinan dan sejumlah pertunjukan budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo mengatakan pihaknya saat ini juga tengah mengembangkan konsep destinasi baru di luar Borobudur. Destinasi tersebut terletak di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, Salaman di Kabupaten Magelang, dan Tritis di Kabupaten Kulonprogo daerah Istimewa Yogyakarta.

Konsep yang digunakan ungkapnya yakni bedah Menoreh, pengembangan kawasan ini nanti akan dilengkapi dengan semua sarana prasarana wisata. Hal ini dimaksudkan agar orang tidak hanya berkunjung ke candi Borobudur, melainkan merata ke sejumlah destinasi wisata lain. Selain itu juga agar pelancong lebih lama tinggal di kawasan wisata tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir memang telah bermunculan desa wisata di sekitar Candi Borobudur, namun pertumbuhannya belum bisa maksimal dan selama ini kunjungan wisatawan cenderung masih terkonsentrasi di Candi Borobudur.

Upaya ini dimaksudkan untuk mengembangkan daerah sekitar candi sehingga ekonomi rakyat akan semakin bergairah. Selain itu, hal ini juga menjadi upaya menjaga kelestarian dengan menggandeng sejumlah pihak agar situs ini bisa juga dinikmati generasi mendatang – PT Kontak Perkasa

Sumber:jateng.merdeka