Sosok Pramoedya Ananta Toer – PT Kontak Perkasa

PT Kontak Perkasa Yogyakarta –  Mengenal Sosok Pramoedya Ananta Toer Yang Jadi Tema Google Doodle Hari Ini. Jika Anda membuka perambaan Google hari ini, maka Anda akan melihat sebuah tampilan antarmuka yang sedikit berbeda seperti biasanya. Dimana kali ini, Google menampilkan sosok Pramoedya Ananta Toer dalam bentuk gambar animasi yang dihiasi dengan keyboard serta seseorang yang sedang memegang mesin ketik jaman dulu.

Lalu siapakah sebenarnya sosok Pramoedya Ananta Toer sehingga begitu spesialnya dimata perusahaan internet raksasa ini?

Pramoedya Ananta Toer atau yang lebih akrap disapa dengan nama Pram adalah seorang sastawan ternama dari Indonesia. Pram merupakan putra sulung dari Kepala Sekolah Institut Boedi Utomo serta dilahirkan pada tahun 1925 silam. Semasa hidupnya, ia sering menulis dalam bentuk karya novel, jurnal, cerita dan juga kronik sejarah.

Semasa hidupnya, ia telah berhasil melahirkan setidaknya 50 karya lebih dan telah diterjemahkan kedalam 41 lebih bahasa asing. Pram sendiri memang tidak begitu pintar, hal ini terbukti dari semasa kecilnya yang sempat tidak naik kelas sebanyak tiga kali saat ini masih duduk dibangku sekolah dasar.

Bahkan, Pram sendiri sempat dikabarkan keluar masuk penjara lantaran terlibat dengan pasukan pejuang kemerdekaan zaman penjajahan belanda. Hal ini terkait dengan buku yang dikarangnya dengan judul “Hoa Kiau di Indonesia”, buku itu berisikan pembelaan terhadap nasib kaum Tionghoa di Indonesia yang tentunya tidak disukai oleh pemerintah orde lama.

Putra Boedi Utomo ini sendiri sempat dituding terlibat dalam Gerakan 30 September 1965 atau yang lebih sering disebut dengan Gerakan 30 SPKI oleh rezim Orde Baru. Dibalik penahanannya didalam jeruji besi, Pram justru semakin produktif dalam mengarang dan memperbanyak karya sastra, termasuk dua karya terkenal miliknya dengan judul “Arus Balik” dan Tetralogi Buru”.

Tulisan lain karya Pramoedya Ananta Toer diantaranya adalah “Di Tepi Kali Bekasi”, “Arok Dedes”, Jalan Raya Pos Jalan Daendels” dan lain sebagainya. Banyak pernghargaan yang sudah Pram terima semasa hidup.

Penghargaan yang diterima Pramoedya Ananta Toer berasal dari penjuru dunia. Pram pernah mendapat peghargaan Ramon Magsaysay di Filipina, penghargaan itu sempat menilmbulkan polemik di Indonesia. Kemudian di Chili, Pram pernah meraih penghargaan Pablo Neruda Award.

Pram sudah sering dinominasikan untuk meraih penghargaan Nobel Sastra, tapi dia tidak berhasil merebutnya. Seorang tokoh sastra Indonesia pernah mengatakan sebenarnya Pram dulu hampir mendapat penghargaan sebelum tokoh berpengaruh di Indonesia datang kepada juri dan membisikkan kalimat.

Karya Pram banyak yang di filmkan di luar negeri. Tapi peredarannya dilarang di Indonesia karena masih cenderung ke film non-komersil. Pram pernah menolak tawaran sutradara ternama Amerika Olivier Stone yang berani memfilmkan karyanya berjudul “Bumi Manusia”. Alasannya adalahPram ingin orang Indonesia yang menjadi produser – PT Kontak Perkasa

Sumber:widiynews