TKN Jokowi Minta Relawan Tak Berlebihan – PT Kontak Perkasa

PT Kontak Perkasa – Aliansi 7 Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin membuat sayembara siap membayar Rp 100 miliar bagi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang berhasil membuktikan adanya kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di Pilpres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf meminta para relawan tak jemawa, meski pasangan nomor urut 01 itu sudah unggul versi hitung cepat.

“Semua relawan diharapkan untuk menghormati proses yang sedang berlangsung di KPU, semua harus bersabar dan kalaupun ada kecurangan maka mekanismenya harus yang konstitusional. Mengadukan ke Panwaslu dan tentu menunjukkan bukti-bukti dan fakta,” ungkap Direktur TKN Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq, Senin (29/4/2019).

Maman berharap para relawan Jokowi-Ma’ruf bisa dewasa dalam berpolitik. Terkait adanya ‘sayembara’ Rp 100 M itu, ia meminta relawan Jokowi-Ma’ruf tidak mengolok-olok siapapun yang ingin mengadukan adanya kecurangan di Pilpres, termasuk dari kubu Prabowo-Sandiaga.

“TKN meminta seluruh relawan untuk tidak mengganggu proses demokrasi ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada KPU,” ucap Maman.

“TKN pun meminta kepada relawan untuk tidak berlebihan, termasuk juga mengolok-olok pihak-pihak yang memang ingin mengadukan kecurangan kalau memang punya bukti,” imbuh politikus PKB itu.

Soal isu kecurangan yang digaungkan kubu Prabowo-Sandiaga, Maman pun menyebut perlu dibuktikan kebenarannya. Ia meminta agar isu kecurangan tidak digembar-gemborkan. Ia mengimbau agar masalah kecurangan diselesaikan lewat mekanisme yang berlaku.

“Demokrasi kita harus dibangun dengan jujur dan adil, tentu keterlibatan relawan, masyarakat secara keseluruhan untuk menunjukkan bukti-bukti kecurangan, baik yang dialami oleh 01 atau 02 harus dibuktikan di persidangan Bawaslu,” kata Maman.

Meski hasil quick count unggul, ia menyerukan kepada seluruh pendukung Jokowi-Ma’ruf untuk bersabar menunggu hasil real count KPU. Maman pun menyinggung hasil quick count alias hasil cepat mayoritas lembaga survei yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

“Kita sudah memasuki fase rekapitulasi KPU dan menunggu real count yang akan diumumkan tanggal 22 Mei dan kita menunggu penetapannya. Kita bersyukur Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin pada quick count dan hitungan real count sementara memenangkan Pilpres ini,” katanya.

“Tentu ini kemenangan rakyat Indonesia karena kita sudah mengikuti proses demokrasi yang baik, dengan partisipasi publik yang baik. Kita menghormati semua pihak yang ikut serta dalam pesta demokrasi ini,” tambah Maman.

Sebelumnya diberitakan, Aliansi 7 Relawan Jokowi-Ma’ruf mengaku mendapat kuasa dari 17 pengusaha muslim yang akan memberikan Rp 100 M bagi kubu Prabowo-Sandiaga yang bisa membuktikan adanya kecurangan TSM di Pilpres 2019. Adapun gabungan relawan Jokowi-Ma’ruf yang memberikan pernyataan soal uang tersebut terdiri dari 7 kelompok, yakni Militan 34, Muslim Cyber Army Jokowi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahbubiyah KH Manarul Hidayat, Jawara Dukung Jokowi, Sahabat Jokowi, Panca Tunggal Banten, Forum Kajian dan Fitnah Akhir Zaman.

Aliansi 7 Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin ini mengatakan kecurangan yang ditemukan angkanya juga harus mencapai 5% suara nasional. Gabungan relawan ini siap diberi sanksi masuk penjara apabila kubu 02 berhasil membuktikan adanya kecurangan masif di Pilpres 2019 namun mereka tak berhasil membayar. Hanya saja ada batas waktunya.

“Dana itu berasal dari 17 pengusaha muslim. Dan perjanjian tertulisnya ada di saya. Jika ada yang bisa buktikan, dan uangnya tidak ada, kita semua siap dipenjara. Ini berlaku sampai dengan 1 hari sebelum pengumuman KPU, jam 12 siang,” tegas Ketua Umum Muslim Cyber Army Jokowi, Diki Chandra saat dikonfirmasi.- PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com