Kenapa Penyintas COVID Harus Divaksin Usai 3 Bulan? – PT KP Press

PT KP Press – Kita sering mendengar bahwa penyintas COVID-19 disebut telah memiliki antibodi secara alami. Kira-kira kenapa penyintas COVID tetap harus dilakukan vaksin setelah 3 bulan?
Sebelum dijelaskan alasannya, perlu diketahui bahwa ada hubungan yang erat antara penyintas COVID, vaksin, hingga antibodi. Hal ini dijabarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Ditjen Dikti Kemendikbud) melalui akun resmi Instagramnya.

“Ternyata ada kaitan yang erat ya antara penyintas, vaksin, dan antibodi.” tulis akun Relawan Nasional yang dikutip Ditjen Dikti, Kamis (2/9/2021).

Pembentukan antibodi terhadap COVID-19 dapat terjadi melalui infeksi virus SARS-Cov-2 secara alami atau melalui vaksinasi. Antibodi ini berupa respons imun adaptif yang idealnya akan memberikan perlindungan jangka panjang setelah 14 hari pasca-infeksi atau setelah vaksin dosis lengkap.

“Pembentukan respon imun jangka panjang, yaitu antibodi IgG dapat terjadi sejak 14 hari pasca-infeksi atau setelah individu mendapatkan vaksin dosis lengkap,” bunyi salah satu poin tertulis akun Ditjen Dikti, yang mengutip dari COVID IgG/IgM Antibody Test oleh Real Time Labs.

Respon imun adaptif tersebut terdiri dari sel B memori penghasil kelas antibodi, yang berbeda untuk penetralan virus atau sel yang terinfeksi virus. Kemudian ada pula sel T memori yang mendukung produksi antibodi. Sel inilah yang berperan langsung dalam membunuh sel yang telah terinfeksi virus.

Meskipun waktu pembentukan antibodi pada kedua proses infeksi dan vaksinasi sama, namun terjadi perbedaan dalam proses pembentukan antibodinya.

Untuk proses infeksi alami, pembentukan antibodi didahului oleh peningkatan titer IgM pada minggu ke-2 hingga ke-5. Diikuti dengan peningkatan titer anti-S IgG pada minggu ke-7.

Sementara, pada proses vaksinasi hanya terjadi peningkatan titer antibodi anti-S IgG. Selain itu, kadar sel T memori kedua proses itu pun tercatat meningkat pada beberapa systemic review.

Lantas, mengapa penyintas COVID-19 masih harus divaksin?

Jawabannya, dikutip dari akun Ditjen Dikti, bahwa vaksin akan bertindak sebagai booster yang dapat memperkuat imun pada seseorang yang pernah terinfeksi COVID-19. Hal ini tentunya pula untuk menghindari terjadinya infeksi ulangan.

“Vaksinasi pada penyintas penting dilakukan agar tidak terjadi infeksi ulangan COVID-19 atau apabila terinfeksi kembali tidak mengalami gejala yang berat,” kata Ditjen Dikti.

Selain itu, orang yang terinfeksi COVID-19 juga masih berpotensi mengalami long COVID-19 syndrome. Di sinilah vaksin mulai berperan.

Para penyintas COVID-19 yang sudah sembuh perlu menunggu minimal 3 bulan setelah terinfeksi. Sebab, pada waktu tersebut, antibodi alami yang telah didapat tubuh dianggap telah menurun. Oleh sebab itu, dibutuhkan vaksinasi untuk memperkuatnya.

Jadi, gimana? Sudah terjawab bukan kenapa penyintas COVID-19 masih membutuhkan vaksin setelah 3 bulan sembuh? – PT KP Press

Sumber : detik.com