Minum Teh Bisa Bikin Sakit Kepala – PT KP Press

PT KP Press – Segala yang berlebihan memang tidaklah baik, termasuk mengonsumsi teh. Minuman yang dianggap sehat ini juga punya berbagai dampak negatif kalau terlalu banyak dikonsumsi.

Secangkir teh hangat memang memberikan efek menenangkan. Aroma dan rasa teh mampu menghadirkan perasaan tenang tapi ternyata jika dikonsumsi terlalu banyak maka teh justru mengundang stres.

Dalam sehari setidaknya orang dewasa hanya diperbolehkan mengasup 3-4 cangkir teh atau setara 710-950 ml. Jika melebihi anjuran konsumsi maka teh bukan lagi jadi obat herbal melainkan bisa menjadi racun dalam tubuh.

Berikut beberapa dampak negatif yang dirasakan tubuh jika terlalu banyak minum teh. Tak main-main, efeknya bahkan bisa membuat sakit kepala, tidur tak nyenyak, mual bahkan stres.

1. Mengurangi penyerapan zat besi

Kandungan tanin yang sangat tinggi pada teh mempengaruhi penyerapan zat besi dalam tubuh. Secara alami, jumlah tanin yang terlalu banyak bisa menghambat proses kerja tubuh dalam menyerap zat besi.

Kekurangan zat besi adalah salah satu kekurangan nutrisi yang paling umum terjadi di dunia. Jika Anda memiliki kadar zat besi yang rendah dan banyak mengasup teh maka akan memperburuk keadaan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tanin pada teh cenderung menghambat penyerapan zat besi dari sumber nabati daripada dari sumber makanan hewani. Jumlah kandungan tanin dalam teh berbeda-beda tergantung jenis teh dan cara penyajiannya.

2. Membuat rasa cemas, gelisah dan stres

Daun teh secara alami mengandung kafein. Mengkonsumsi kafein berlebih dari teh terbukti membuat timbulnya perasaan cemas, stres dan gelisah.

Secangkir teh umumnya mengandung sekitar 11-61 mg kafein, tergantung pada varietas dan metode pembuatan teh. Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein daripada jenis teh hijau dan teh putih.

Penelitian menunjukkan bahwa dosis kafein di bawah 200 mg per hari tidak menyebabkan kecemasan yang signifikan. Cobalah kenali diri sendiri, jika usai mengonsumsi teh langsung merasa cemas maka coba kurangi porsi teh yang diminum.

Anda bisa beralih mengonsumsi teh herbal bebas kafein. Teh herbal tidak dianggap sebagai teh asli karena tidak berasal dari tanaman Camellia sinensis. Sebagai gantinya, teh herbal ini dibuat dari berbagai bahan bebas kafein, seperti bunga, tumbuhan dan buah.

3. Memicu sulit tidur
Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak Anda bahwa sudah waktunya tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin, sehingga mempengaruhi kualitas tidur yang buruk

Tidur yang tidak memadai dikaitkan dengan berbagai masalah mental, termasuk kelelahan, gangguan daya ingat dan berkurangnya fokus. Terlebih lagi, gangguan tidur kronis atau insomnia dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan kadar gula darah yang tak stabil.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa 200 mg kafein yang dikonsumsi 6 jam atau lebih sebelum waktu tidur dapat berdampak negatif pada kualitas tidur.

4. Mual
Tanin dalam daun teh berperan aktif untuk menghasilkan rasa pahit pada teh. Sifat tanin juga dapat mengiritasi sistem pencernaan, yang berpotensi menyebabkan gejala tidak nyaman pada bagian perut seperti mual atau sakit perut.

Gejala mual karena terlalu banyak minum teh ini berbeda tiap individu. Bagi orang yang sangat sensitif, mungkin konsumsi 1-2 cangkir teh saja sudah bisa menunjukkan dampak negatif.

Jika Anda merasakan gejala mual setelah minum teh, Anda mungkin harus mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah asupan teh yang dikonsumsi. Batasi konsumsi teh yang tinggi tanin seperti teh hitam.

5. Sakit kepala
Asupan kafein dapat membantu meringankan sakit kepala ringanu. Namun, ketika kafein terlalu banyak dikonsumsi maka efek sebaliknya yang akan terjadi. Konsumsi kafein dari teh secara rutin dapat menyebabkan sakit kepala yang lebih parah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sedikitnya 100 mg kafein per hari dapat berkontribusi terhadap kambuhnya sakit kepala setiap hari. Jumlah ini tak bisa jadi patokan karena setiap orang memiliki batas toleransi yang berbeda.

Teh cenderung mengandung kafein lebih rendah dibandingkan jenis minuman berkafein lainnya, seperti soda atau kopi. Tetapi beberapa jenis teh setidaknya mengandung 60 mg kafein per cangkir.

6. Gejala pusing
Gejala pusing biasanya dikaitkan dengan dosis besar kafein dalam teh. Seseorang akan merasa pusing ketika sudah mengasup lebih dari 400-500 mg kafein atau sekitar 6–12 cangkir teh.

Secara umum, tidak disarankan untuk mengonsumsi teh sebanyak itu dalam satu hari. Jika Anda merasa pusing atau berkunang-kunang usai mengonsumsi banyak teh, cobalah perlahan mengurangi dosisnya.

Gejala pusing memang bisa berasal dari banyak kemungkinan. Untuk memastikannya, sebaiknya hubungi dokter agar bisa mendapat penjelasan lebih lanjut.

7. Ketergantungan kafein
Kafein adalah jenis stimulan yang membuat kecanduan. Asupan rutin dari teh atau sumber kafein lain dapat menyebabkan tubuh menjadi ketergantungan.

Seseorang dikatakan ketergantungan kafein jika ia tak bisa sehari saja tanpa mengasup kafein. Sumber kafein salah satunya adalah teh, jadi ketika tubuhnya tidak mendapat asupan teh maka akan timbul banyak gangguan kesehatan.

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan, orang yang ketergantungan kafein akan merasa pusing atau cemas ketika tidak mengonsumsi kafein. Kondisi seperti ini harus dikurangi karena jika terus berlanjut maka akan semakin buruk dampaknya. – PT KP Press

Sumber : detik.com