PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Kamis kemarin tepat dimana referendum Brexit Inggris dari Uni Eropa, pair EURUSD diperjualbelikan mengalami peningkatan pada sesi London seusai rilis indeks PMI Jerman. Saat berita tersebut ditulis, pair EURUSD berada pada kisaran harga 1.135 per dollar AS. Data Indeks PMI Jerman. PMI Markit Composite negara Jerman memperlihatkan akan adanya penurunan yang cukup tipis ke 54.1 selama bulan ini, penurunan sebelumnya itu sebesar 54.5 pada Mei lalu dan perkiraan para analisis sebesar 54.3.

Kemudian para ahli ekonomi di Markit mengakatan, bahwa perekonomian di Jerman masih meneruskan tren ekspansif yang dimulai pada tiga tahun lalu di bulan Juni, didukung juga pada performa baik dari sektor manufaktur sejak awal tahun 2014. Di sisi lain data tersebut, dimana data indeks PMI Manufaktur negara Jerman akhir untuk Juni kemudian secara tidak terprediksi menglami peningkatan ke 54.4, kenaikan yang signifikan yang dimana sebelumnya itu 52.1 di Mei juga berada diatas ekspektasi untuk adanya penurunan di 52.0. Posisi Indeks PMI Manufaktur Jerman tersebut merupakan bagian yang tertinggi sejak pada Januari dan juga tertinggi dalam kurun waktu selama 28 bulan.

Adajuga rilis pada data PMI sektor jasa di negara Jerman untuk Juni yang mengalami pelemahan poin menjadi 53.2, berada dibawa prediksi dari para analisis yang dimana seharusnya itu 55.0 yang juga jauh dibawa data sebelumnya itu sebesar 55.2.

Rilis Data PMI Zona Euro

Disamping merilis data dari PMI Jerman, Markit juga merilis data indeks dari PMI Zone Euro. Yang merupakan salah satu dari indikator kesehatan perekonomian di Zona Euro ini secara tidak terduga yang mengalami kemunduran di Juni. Data Markit Composite PMI memeberikan bahwa selama bulan Juni ini, PMI Zone Euro yang melandai menjadi sebesar 52.8 dari sebelumnya itu sebesar 53.1 di Mei.

Sisi lain, ada rilis data indeks PMI Zona Euro yang mengatakan bahwa PMI manufaktur meningkat hanya tipis saja di 52.6 pada bulan Juni dari bulan sebelumnya sekitar 51.5. Sementara itu kondisi pada sektor jasa di Zona Euro juga mengalami pelemahan ke poin 52.4 yang sebelumnya itu berkisar 53.3.

Sedangkan dilihat pada sisi dolar AS,para pelaku pasar juga tengah menantikan rilisnya data Jobless Claims AS kemarin malam yang akan mengalami penurunan harga menjadi sekitar 270,000 yang sebelumnya berada di 277,000. Selain itu juga, para investor sedang menunggu rilis new home sales AS bulan Mei. Dimana seperti yang diperkirakan data tersebut akan menurun yang sebelumnya di 619,000 menjadi 560,000.

Para pangsa pasar saat ini sedang menunggu kabar hasil dari referendum Brexit yang sedang berlangsung di Inggris. Walapun apabila Inggris keluar dari Zona Euro maka akan ada banyak faktor yang bisa membebani perkembangan ekonomi di wilayah ini, akan tetapi bank dealer asal Jerman, Deutsche Bank, dalam analisanya tidak mengantisipasi penurunan yang lebih besar dari 2 persen di pair EUR/USD pada putusan Brexit nantinya.