PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Di hari Jumat ini kampanye Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, sehingga memancing kepanikan akan pasar global seiring dengan upaya para investor memperkirakan apa yang dapat terjadi kedepannya nanti dikarenakan hasil keputusan Brexit ini nantinya akan memberikan banyak pertanyaan untuk ekonomi Inggris, keuangan dan masa depan politk.

Berdasarkan dari artikel 50 dari fakta Lisbon, prosedur untuk mengundurkan diri dari UE akan membutuhkan waktu selama 2 tahun, maka periode tersebut merupakan waktu yang dimiliki oleh negara Inggris untuk menegosiasikan hubungan baru dengan blok Uni Eropa. Dengan meningkatkan keputusan tertinggi untuk keluar dari UE ada di parlemen Inggris,

Kontak Perkasa Futures

Mengingat dari keputusan tertinggi untuk hengkang dari UE ada di parlemen Inggris, oleh sebab itu David Cameron selaku Perdana Mentri secara legal tidak terikat pada hasil referendum ini. Akan tetapi Cameron serta administrasi pemerintahannya akan segera menghadapi tekanan politik yang cukup besar jika memutuskan untuk tidak menuruti hasil dari referendum yang memutuskan untuk Brexit.

Reaksi dari pasar global pada hasil polling ini ialah, dimana Pounds menurun tajam menembus dibawah 1.33oo, posisi terendah sejak tahun 1980an pada Dollar, sedangkang GBPJPY menurun sekitar 16 persen dan anjlok sekitar 7.2 persen pada Euro. Sedangkan indeks saham FTSE London menurun hampir sekitar 16 persen dan mnurun sekitar 7.2 persen terhadap Euro.

Sedangkan sekarang ini indeks pada saham FTSE London anjlok hampir 8 persen, kekacauan pada pasar saham ini menularkan ke indeks Topix Jepang yang melemah sekitar 6.2 persen dan pada Nikkei yang anjlok sekitar minus 6.3 persen. Di negara Australia indeks ikut menurun sekitar 3,8 perssen dah S&P 500 futs anjlok sekitar 3.5 persen.

Yang dimana Emas berjangka justru reli sampai kelevel tertingginya dalam 2 tahun terakhir ini di posisi $ 1343 per troy ons nya. safe haven lainnya seperti Yen juga Swiss ikut menurun secara drastis sehingga memperbesar peluang pada intervensi BoJ. dipasar negara emerging, prospek Brexit menambah sentimen pada pengalihan resiko, juga menekankan emerging pasar. – KONTAK PERKASA