PT. KPF – Minyak menghentikan kenaikannya di atas $ 57 per barel sebelum perkiraan data dari pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah diperluas lebih lanjut dari rekor.

Minyak berjangka untuk bulan Juni sedikit berubah di New York setelah naik 1% pada hari Senin kemarin. Persediaan minyak mentah kemungkinan naik 2,5 juta barel pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum rilis laporan dari Energy Information Administration (EIA), Rabu besok. Kembalinya diembargo minyak Iran di pasar dunia tampaknya tidak mendekati, menurut BNP Paribas SA dan UBS Group AG.

Minyak telah mengalami reli 30% dari level terendah enam tahun pada bulan Maret terkait tanda-tanda pelemahan rig pengeboran AS memacu perlambatan produksi yang dapat meredakan berlimpahnya pasokan minyak global. Kenaikan harga masih bisa goyah dengan membengkaknya cadangan minyak AS ke level tertinggi dalam 85 tahun terakhir.

West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Juni berada di level $ 57,63 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange, turun 25 sen, pada pukul 10:49 pagi waktu Sydney. Kontrak untuk bulan Mei, yang berakhir pada hari Selasa, 24 sen lebih rendah dan berada di level $ 56,14. Total volume sekitar 88% di bawah rata-rata 100-hari. Harga menguat 5,4% dalam tahun ini.

Brent untuk pengiriman bulan Juni turun 15 sen ke level $ 63,30 per barel di bursa ICE Futures Europe exchange. Dan ditutup tidak berubah di level $ 63,45 pada hari Senin. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan $ 5,67 lebih besar dari WTI untuk bulan yang sama.

Stok minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, naik menjadi 483.7 juta barel sampai tanggal 10 April, level tertinggi dalam data mingguan EIA yang dimulai pada bulan Agustus 1982. Catatan bulanan yang disusun oleh kelompok statistik Departemen Energi sejak tahun 1920 menunjukkan persediaan belum pernah setinggi ini sejak tahun 1930.(frk)

Sumber: Bloomberg

pt. kontak perkasa futures