KONTAK PERKASA FUTURES – Saham Asia catat penurunan, diikuti saham eksportir Jepang karena penguatan yen setelah Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga ke rekor terendah. Sementara bursa saham China naik pertama kalinya dalam enam hari terakhir terkait spekulasi stimulus.
Saham Honda Motor Co, produsen mobil yang mendapat sekitar 84 % dari penjualan di luar Jepang, turun 2,9 % di Tokyo. Singapore Airlines Ltd turun 3 % karena minyak berjangka memperpanjang reli mereka. Sementara Industri & Commercial Bank of China Ltd, pemberi pinjaman terbesar di negara itu, naik 1,5 % di Hong Kong.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4 % ke level 139,81 pukul 04:02 sore di Hong Kong, memangkas kenaikan 0,2 % karena menuju penutupan terendah sejak 22 Januari lalu. RBA bergabung dengan gelombang pelonggaran moneter global, menyebutkan komoditas yang lebih rendah harga dan mata uang lokal yang dinilai terlalu tinggi menekan perekonomian Australia karena pembenaran untuk mengurangi biaya pinjaman.
Indeks Topix Jepang turun 1,2 % karena penguatan mata uang yen sebesar 0,3 %. Indeks Kospi Korea Selatan turun kurang dari 0,1 %. Sementara Indeks Straits Times Singapura turun 0,5 %. Sedangkan Indeks Bursa Efek Filipina turun 0,2 %.
Indeks Australia S&P/ASX 200 naik 1,5 % ditutup pada level tertinggi sejak Mei 2008 lalu. RBA memangkas target suku bunga overnight sebesar 25 basis poin menjadi 2,25 %. Keputusan itu diperkirakan hanya tujuh dari 29 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg News, sisanya mengharapkan tidak ada perubahan. Sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,4 %.