KONTAK PERKASA FUTURES – Saham Asia catat penguatan untuk hari kedua, pasca ekuitas AS yang naik lebih tinggi, sementara indeks Topix Jepang reli karena pelemahan mata uang yen dan juga para investor mengkaji dampak pelemahan harga minyak terkait prospek perekonomian global.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen ke level 140,25 pukul 09:01 pagi di Tokyo, bersamaan dengan dua kali lebih banyak saham yang meningkat dan sebagian lagi melemah. Indeks Topix naik 0,4 persen karena mata uang Jepang turun 0,7 persen kemarin. Sementara saham AS melakukan reli bersama dengan mata uang dolar kemarin terkait laporan yang menunjukkan pembelanjaan konstruksi yang meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Oktober lalu.

Indeks Kospi Korea Selatan stagnan. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,7 persen, sementara Index NZX 50 Selandia Baru menguat 0,3 persen. Sedangkan Singapore Exchange Ltd menunda dimulainya perdagangan di pasar surat berharga negara tersebut 3 1/2 jam hari ini, karena terdapat kesalahan software.

Minyak kembali menurun kemarin, bersama dengan West Texas Intermediate berjangka yang melemah sebesar 3,1 persen, pasca  pemerintah dan Kurdi di Irak mencapai kesepakatan untuk membuka jalan bagi meningkatnya ekspor minyak. Sementara WTI rebound 1,1 persen hari ini ke level $ 67,62 per barel.

Kontrak berjangka pada indeks Standard & Poor 500 stagnan. Sementara indeks acuan naik 0,6 persen kemarin karena saham bioteknologi dan energi perusahaan melakukan reli dan data belanja konstruksi mendorong kepercayaan dalam perekonomian. Laporan tenaga kerja pemerintah akhir pekan ini mungkin menunjukkan perusahaan meningkatkan gaji sebesar 230.000 pada bulan November lalu, sedangkan tingkat pengangguran sebesar 5,8 persen, menurut perkiraan konsensus para ekonom.

Kontrak berjangka pada indeks Hang Seng Hong Kong catat kenaikan 0,1 persen pada sesi perdagangan terbaru mereka, dan kontrak pada Indeks Hang Seng China Enterprises menguat 0,3 persen.