KONTAK PERKASA FUTURES – Saham Asia menguat, dipimpin oleh lonjakan saham China, ditengah langkah optimisme pemerintah untuk memacu pinjaman yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Saham Jepang membalikan gain menyusul laporan uji coba terhadap seseorang mengenai virus Ebola di Tokyo.
Industri & Commercial Bank of China Ltd dan China Construction Bank Corp menguat setidaknya 3,1% di Hong Kong setelah laporan resmi Xinhua News Agency bahwa bank sentral China akan meningkatkan kapasitas pinjaman bank pada tahun 2015 dengan memperluas definisi deposit. China Life Insurance Co melonjak 8,7%, dorongan terbesar untuk indeks di negara tersebut. AirAsia Bhd. Merosot 8,2% di Kuala Lumpur pasca salah satu pesawatnya yang membawa 162 orang dinyatakan hilang.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5% menjadi 138,51 pada 16:15 sore di Hong Kong. Relaksasi kriteria deposito China bisa membuat tambahan 5 triliun yuan ($ 800 miliar) menjadi 5,5 triliun yuan tersedia untuk dipinjamkan, menurut analis di Credit Agricole CIB dan Guotai Junan Securities Co
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,8% diperdagangkan kembali setelah liburan Natal. Indeks Hang Seng China Enterprises dari perusahaan China daratan yang diperdagnagkan di Hong Kong melonjak 4%. Indeks Shanghai Composite naik 0,3% ke sesi penutupan tertinggi sejak Januari 2010 lalu.
Indeks Australia S&P/ASX 200 naik 1,5%. Volume perdagangan saham lebih dari 40% di bawah rata-rata 30 hari untuk diperdagangkan kembali setelah liburan Natal selama dua hari. Indeks NZX 50 Selandia Baru naik ke level tertinggi sepanjang masa. Indeks Straits Times Singapura naik 0,3%.