KONTAK PERKASA FUTURES – Saham Asia naik di tengah rebound saham AS karena data memicu optimisme atas perekonomian AS dan setelah risalah pertemuan Federal Reserve menegaskan terhadap prospek suku bunga. Sementara obligasi Australia turun.
Kontrak berjangka pada indeks acuan dari Jepang sampai Hong Kong menguat sebesar 0,3 % karena saham konsumen dan kesehatan melaju lebih tinggi di Indeks Standard & Poor 500 untuk pertama kalinya dalam enam hari terakhir. Sementara dolar gain terhadap euro dalam sembilan tahun terakhir setelah Indeks Dollar Spot Bloomberg naik ke level tertinggi setidaknya sejak tahun 2005 lalu. Imbal hasil obligasi Australia dengan tenor 10 tahun naik dari rekor terendahnya setelah jatuh tempo sehingga obligasi reli dalam tujuh hari terakhir. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,5 % ke level $ 48,65 per barel, naik dari level terendah dalam 5 1/2tahun terakhir.
Mayoritas anggota Federal Reserve telah menyetujui pedoman kebijakan baru yang memiliki arti bahwa mereka kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga berarti tidak akan ada kenaikan biaya pinjaman mendekati nol sebelum akhir April, menurut risalah rapat Desember lalu yang dirilis kemarin. Beberapa pembuat kebijakan menyatakan keprihatinan atas inflasi di bawah target dan dampak dari perlambatan pertumbuhan global. Sementara Jepang memperbarui ekspektasi inflasi saat ini, setelah data kemarin menunjukkan harga konsumen di zona euro turun pada bulan Desember untuk pertama kalinya sejak 2009 lalu.
Kontrak berjangka pada Nikkei 225 Stock Average naik 1,7 % ke level 17.140 dari Chicago Mercantile Exchange, sementara kontrak yang diperdagangkan di Osaka naik 1,1 % ke level 17.140 pukul 03:00 pagi waktu setempat.