KONTAK PERKASA FUTURES – Saham Eropa dan Asia menguat Indeks Berjangka ekuitas AS dan mata uang yen melemah karena tanda-tanda para pembuat kebijakan di China dan Jepang akan melakukan lebih aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Sementara minyak mentah brent memperpanjang penurunan di bawah $ 80 per barel dan mata uang rubel Rusia turun di tengah meningkatnya gejolak Ukraina.

Index Stoxx Europe 600 naik 0,3 persen pukul 08:18 pagi di London, sementara Index berjangka Standard & Poor 500 naik 0,2 persen. Sementara Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen. Sedangkan  yen turun 0,2 persen pasca sebuah laporan menyatakan bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe telah memutuskan untuk mengadakan suatu pemilihan. Rubel Rusia melemah 0,8 persen terkait Uni Eropa dan AS membahas sanksi yang lebih lanjut terhadap Rusia atas serangan ke Ukraina. Minyak turun di tengah kekhawatiran OPEC tidak akan memangkas produksi untuk meringankan persediaan.

Bank Rakyat China meminta pemberi pinjaman di kota untuk mengajukan permohonan cash untuk mendukung pinjaman kepada perusahaan-perusahaan skala kecil, menurut seorang pejabat dengan pengetahuan tentang masalah ini. Sementara muncul spekulasi di Jepang Perdana Menteri Shinzo Abe akan menyerukan pemilihan umum untuk mencari dukungan atas penundaan kenaikan pajak penjualan yang direncanakan sebelumnya. Sedangkan harga konsumen Jerman naik 0,7 persen pada Oktober ini dari tahun sebelumnya. Menteri Perminyakan Kuwait Ali Al-Omair mengatakan OPEC tidak akan memangkas produksi pada pertemuan 27 November mendatang.

Indeks S&P 500 turun 0,1 persen kemarin, sementara Dow Jones Industrial Average turun 2,7 poin, atau kurang dari 0,1 persen, ke level 17,612.20. Sementara kedua indeks acuan tersebut ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada 11 November besok. sebanyak 5,9 miliar saham yang diperdagangkan kemarin, 8,7 persen di bawah RSI pada tiga bulan terakhir.