KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Topix Jepang mencatat penurunan untuk pertama kalinya dalam enam hari terakhir, melemah dari level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, pasca Mario Draghi mengatakan Bank Sentral Eropa (ECB)  akan menunggu sampai kuartal berikutnya untuk mengkaji kebutuhan terhadap stimulus.

Saham Nippon Telegraph & Telephone Corp dan Softbank Corp sebagai pendongkrak terbesar di Topix. Sementara Screen Holdings Co, pembuat semikonduktor, melemah 6,2 % merupakan penurunan tertajam di Nikkei 225 Stock Average. Sedangkan Nippon Accommodations Fund Inc naik 1,8 % setelah Credit Suisse Group AG menaikkan rating pada danadi sektor real estate.

Indeks Topix turun 0,1 % ke level 1,439.27 pada istirahat perdagangan hari ini di Tokyo setelah kemarin ditutup  pada level tertingginya sejak Desember 2007 silam. Sementara Indeks tersebut bersiap untuk kenaikan sebesar 2,1 % pekan ini. Indeks Nikkei 225 mencatat penurunan 0,2 % ke level 17,850.91 hari ini. Sedangkan mata uang yen melemah 0,1 % ke level 119,88 per dolar setelah sempat terdepresiasi melewati level 120 terkait komentar Draghi. Saham AS turun dari rekornya, sementara saham Eropa turun tajam dalam tujuh pekan terakhir.

Yen mencatat pelemahan ke level 120,25 kemarin pasca komentar Draghi sebelum membalikkan perdagangan ke level 119,34. Sementara mata uang yen melemah 12 persen terhadap mata uang dolar tahun ini, sehingga memperpanjang penurunan setelah Bank of Japan (BOJ) mendorong stimulus pada 31 Oktober lalu.