KONTAK PERKASA FUTURES – Saham Jepang menguat setelah aksi jual yen, sementara indeks berjangka AS melemah diikuti dolar Australia setelah impor China menurun dan data payrolls memicu spekulasi atas suku bunga AS. Minyak mentah naik setelah menguat ke level 2 pekan tertinggi dibandingkan minyak mentah Brent sejak 17 tahun terakhir.
Indeks Topix naik 0,7 % pukul 09:18 pagi waktu Tokyo dengan mata uang yen di level 118,87 per dolar setelah hari jumat kemarin melemah 1,3 %. Indeks MSCI Asia Pacific sedikit berubah. Indeks Standard & Poor 500 berjangka turun 0,4 % seiring saham di Sydney dan Seoul melemah, sedangkan mata uang Aussie dan won Korea merosot 0,4 %. Obligasi Australia dan Jepang turun sedangkan minyak Brent dan minyak mentah AS naik untuk hari ketiga sebesar 1 %.
Impor China anjlok lebih dari 5 tahun terakhir pada bulan Januari, sementara sektor ekspor tiba-tiba menurun, meningkatnya surplus perdagangan mencapai rekor dan menurunnya permintaan domestik untuk Asia. Data Payrolls AS ditutup menguat untuk 3 bulan terbesar dalam 17 tahun terakhir, menurut rilis data pada Jumat kemarin. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menegaskan kembali penolakannya terhadap program bailout bangsa pada hari Minggu, sementara pembicaraan damai Ukraina ditetapkan untuk melanjutkan pada minggu ini di tengah meningkatnya insiden yang terjadi di Yunani.