PT Kontak Perkasa – Skylight, Rumah Terang Tanpa Lampu

PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYAKARTA – Memiliki pencahayaan yang baik di dalam rumah adalah dambaan setiap orang. Sayangnya, faktor arah hadap seringkali menjadi kendala yang menyebabkan ruang di rumah terlihat gelap dan sedikit sumpek. Alhasil, untuk menyiasatinya, sebagian orang memilih untuk menggunakan lampu dengan jumlah cukup banyak.

Di ruang tamu berukuran besar saja, bisa terpasang lebih dari tiga lampu pada siang hari. Tak ayal jika kondisi ini menyebabkan tagihan listrik di rumah membengkak. Di sisi lain, lampu bukanlah pencahayaan alami yang punya banyak manfaat bagi kesehatan. Berbeda dengan sinar matahari yang mengandung vitamin D, sehingga berguna untuk menjaga kekebalan tubuh manusia.

Jika anda berniat memasok lebih banyak cahaya matahari di dalam rumah, anda bisa menggunakan skylight. Skylight jika diterjemahkan secara bebas artinya cahaya dari langit. Pada bangunan, skylight merupakan atap tembus pandang sebagai ‘jalan’ masuknya sinar matahari. Bentuknya seperti jendela yang menempel di atap. Namun dalam memasangnya tidak bisa sembarangan.

Diperlukan aturan khusus, agar fungsi dari skylight mampu berfungsi secara optimal. Pertama, arah hadap skylight sebaiknya ke utara atau selatan. Alur terbit matahari adalah dari timur ke barat. Jika anda menghadapkan skylight ke kedua arah ini, yang anda dapatkan adalah pancaran sinar matahari secara langsung (direct) yang intensitasnya terlalu tinggi.

Akibatnya, ruangan menjadi terasa panas. Pancaran sinar matahari langsung juga bisa merusak furnitur-furnitur yang terkena sinarnya. Efeknya bisa yang ringan, seperti warna memudar, hingga lapuk. Usahakan sinar matahari optimal menerangi ruangan hingga pukul 10.00 – 11.00 WIB. Selanjutnya, sinar yang masuk merupakan sinar tidak langsung (indirect ray).

Kedua, cari ruangan yang cukup besar untuk dipasangi skylight. Idealnya, ukuran ruang tidak kurang dari 7×7 meter persegi, karena jika lebih sempit maka ruang tersebut akan menjadi panas. Sedikit rekomendasi, pada ruang sempit sebaiknya gunakan satu atau dua genteng fiberglass saja. Ketiga, pastikan rangka atap rumah menggunakan material kokoh, karena bahan skylight yang umumnya terbuat dari kaca mempunyai bobot cukup berat.

Rangka atap baja ringan, misalnya. Keempat, sebagian orang mengira dengan adanya skylight maka ruang di rumah akan dipenuhi hawa panas. Memang hal ini bisa saja terjadi, namun bukan berarti tidak ada cara untuk mengantisipasinya. Anda bisa mengaplikasikan skylight tipe bukaan, yaitu yang kacanya bisa dibuka. Skylight tipe ini bisa menghasilkan angin dan cahaya matahari masuk secara bergantian.

Model skylight ini mirip seperti jendela tradisional yang mengombinasikan jendela kaca dengan jendela krepyak. Jendela kaca berfungsi sebagai media masuknya cahaya sementara jendela krepyak mampu mengoptimalkan keluar-masuknya udara. Kelima, perhatikan jenis kaca yang dipakai. Ada baiknya untuk keamanan dan kenyamanan, lapisi kaca polos dengan kaca buram atau kaca film.

Ini berfungsi meminimalisir masuknya sinar ultraviolet yang berbahaya bagi kesehatan, sekaligus mengurangi panas yang tersalur lewat sinar (radiasi). Keenam, bila penempatan skylight berdekatan dengan ruang keluarga, anda bisa menghadirkan taman minimalis tepat di bawahnya. Alhasil, sinar alami matahari yang terpancar langsung menuju taman dan tanaman pun bisa bertumbuh kembang dengan maksimal.

Terakhir, ukuran sebuah skylight sebaiknya tidak terlalu lebar. Khawatirnya, di malam hari cuaca dingin akan terserap ke dinding rumah anda sehingga berbahaya bagi kesehatan – PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : economy.okezone.com