Kontak Perkasa Futures – Bila Si Kecil Mogok Makan

KONTAK PERKASA FUTURES YOGYAKARTA – Acara makan yang tadinya menyenangkan kini berubah menjadi kacau. Si Kecil kerap melepeh dan menyembur – nyemburkan makanannya hingga menutup mulut rapat – rapat.

Menghadapi anak yang melakukan GTM memang tidak mudah dan kerap kali membuat ibu frustasi. Namun begitu, hadapi fase ini dengan tenang.

Cari penyebab dan mulailah mengatasinya. Penyebab GTM bisa bermacam – macam, antara lain :

  • Tumbuh gigi. Rasa tak nyaman karena tumbuh gigi membuat sebagian anak malas mengunyah dan menelan.
  • Sariawan di mulut.
  • Sakit (tenggorokan, demam, dan sebagainya) sehingga membuat anak hilang nafsu makan.
  • Bosan dengan makanan.
  • Tidak suka dengan rasa makanan (terlalu hambar atau bumbu terlalu kuat).
  • Pernah ada pengalaman tidak menyenangkan saat makan (pemaksaan). Anak pada dasarnya tidak menyukai paksaan. Tekanan hanya membuat acara makan menjadi tidak menyenangkan untuk mereka. Alih – alih nafsu makan, anak justru mogok makan.
  • Lelah. Setelah bermain dan mengeksplorasi pengalaman baru, anak mungkin merasa lelah dan ingin beristirahat sehingga hilang nafsu makan.
  • Masih kenyang atau tidak sesuai jadwal makannya.
  • Banyak gangguan sehingga mengalihkan perhatiannya. Pada saat memberi makan di luar rumah, anak mungkin lebih ingin tahu tentang lingkungan dan orang – orang yang dijumpainya. Atau pada anak yang lebih muda, tontonan di televisi bisa jadi mengalihkan perhatiannya.
  • Gangguan pencernaan.

Mengatasi Anak Susah Makan

Masalah GTM ini tidak boleh dibiarkan berlarut – larut, sebab dapat mempengaruhi kesehatannya dan tumbuh kembangnya. Berikut panduan agar Si Kecil kembali bersemangat menyantap makanannya :

# Jika Si Kecil menolak makan karena sedang tumbuh gigi, coba berikan makanan dengan tekstur lembut dan lebih encer dari biasanya. Berikan juga makanan yang dapat meredam nyeri gusi semisal buah dingin dan sebagainya.

Begitu juga ketika anak sakit, biasanya nafsu makannya ikut menurun dan ia jadi malas mengunyah. Berikan anak makanan lunak seperti bubur, sup, sereal yang bisa dengan mudah ditelannya.

# Selera anak sangat sensitif dan berubah seiring dengan waktu. Bisa jadi ia bosan dengan makanan yang anda sediakan itu – itu saja.

Berikan variasi makanan setiap harinya  dan sajikan dengan bentuk yang menarik agar anak tidak bosan.  Ibu bisa menyediakan dua macam makanan  untuk Si Kecil, yakni makanan  gurih diikuti dengan puding (manis).

Dengan demikian anak memperoleh kalori dan nutrisi untuk dimakan. Pastikan puding untuk Si Kecil bergizi dan mengandung bermacam bahan seperti tepung, susu atau telur. Berikan anak piring dan sendok sehingga ia bisa makan sendiri.

# Anak – anak menikmati waktu makan yang rutin dan teratur, sebisa mungkin beri makan anak sesuai jadwal sehari-hari. Hindari memberi makan dekat dengan waktu tidurnya.

Jika terpaksa harus memberi makan anak lebih cepat, sebaiknya berikan makanan ringan atau susu. Saat anak bangun baru berikan makanan utama.

# Buat acara makan jadi menyenangkan untuknya. Jangan memaksa apalagi membentak anak saat ia sedang tidak mau makan. Paksaan akan membuat anak trauma sehingga tidak mau makan.

# Sebagai orangtua anda harus menjadi contoh bagi anak saat makan. Ingat, anak  belajar dengan meniru. Jadi, sering – seringlah makan bersamanya.

Tunjukkan padanya kalau anda menikmati makanan yang anda santap, dan tidak pilih – pilih makanan.

# Jika Si Kecil mau makan, berikan pujian padanya. Pujian anda bisa menjadi motivasi anak untuk menyantap makanan yang disuguhkan untuknya - KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : familyguideindonesia