PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Pergerakan dollar AS pada pasar forex pada sesi Asia pagi in (16/06) semakin tenggelam sampai ke area merah hal itu disebabkan setelah bank pusat Amerika Serikat beberapa jam lalu telah mengumumkan bahwa tidak akan mengubah suku bunganya dan memangkas abis pertumbuhan ekonomi Negara tersebut pada tahun 2016 ini. Keadaan ini menjadi suatu pijakan yang kuat bagi rival-rival utamnya untuk rally setelah perdagangan sebelumnya rebound kuat. Terpantau jelas pagi ini dollar AS hanya menguat kepada kurs punds saja dan kurs komoditas seperti aussie, dollar Canada kecuali kiwi dollar. Pemicut kuatnya kurs komoditas dipicu oleh semakin anjloknya harga minyak mentah dunia sampai perdagangan Kamis pagi ini.

Penguatan kepada poundsterling terjadi oleh posisi terakhir dukungan terhadap hasil referendum Brexit yang terus menambah dan menghajar kembali nilai mata uang Negara Inggris tersebut. Terhadap kurs belahan dunia lainnya seperti kurs untuk kawasan Asia, dollar AS masih menunjukan tanda tanda masih melemah melawan mayoritas kurs Asia termasuk dengan kurs rupiah yang sekarang ini kembali  melanjutkan rally.

KONTAK PERKASA FUTURES

Pergerakan pada hari ini nilai tukar dollar AS sekarang ini diperngaruhi dari beberapa sentiment seperti keputusan dari BOJ atas nilai suku bunganya, keputusan BOE juga atas suku bunganya dan data tingkat inflasi, klaim pengangguran AS. Semuanya ini diperkirakan akan semakin memojokan harga dari dollar AS tersebut. Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS kepada keenam mata uang utama dalam jualbeli sesi Amerika sore ini akan mengalami penurunan kembali hingga 0,2 persen setelah dibuka pada posisi 94,59 dan akan bergulir ke posisi 94,57. Jualbeli sebelumnya indeks dollar AS merosot sampai kepada angka 0,4 persen. – KONTAK PERKASA

(Sumber : Vibiznews.com)